Workshop Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Provinsi Banten 2015

Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. 

Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. 

DAMPAK INfLASI
Menurunkan Kesejahteraan Masyarakat

Dampak Inflasi:
Dengan sejumlah uang yang sama, barang yang diperoleh semakin sedikit

INFLASI adalah meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus

Pembelian menjelang Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha

Kenaikan upah, bahan baku, BBM
Harga diperkirakan akan naik, informasi harga

Perkembangan Inflasi Banten Terkini (Juni)
Inflasi Banten pada Juli 2015 meningkat terutama disebabkan naiknya harga beberapa komoditas Volatile Food dan Administred Price terkait dengan konsumsi lebaran..
Inflasi tahunan Banten pada bulan Juli 2015 mencapai 8,94% (yoy), naik dibanding periode Juni (8,91%).
Inflasi bulanan Banten pada bulan Juli 2015 mencapai 0,83% (mtm), naik dibanding periode Juni (0,60%)

Tekanan inflasi volatile foods meningkat didorong oleh kenaikan harga daging ayam ras, bawang putih, dan beras.
Tekanan inflasi administered price lebih tinggi dari bulan Juni-15, yang disebabkan adanya kenaikan tarif angkutan kota, angkutan udara, rokok, tarif listrik dan bahan bakar rumah tangga. 
Pada bulan Juli 2015 inflasi bulanan tertinggi  berada di Kota Tangerang (0,95%) diikuti Kota Cilegon (0,69%) dan Kota Serang (0,34%).

Fluktuasi Inflasi di Provinsi Banten cenderung mengikuti shock suplai dan dampak kebijakan harga Pemerintah. Kenaikan harga menjelang Lebaran cenderung selalu terjadi setiap tahunnya.

Terdapat tekanan inflasi ke depan yang harus diwaspadai, yaitu :
Peningkatan permintaan menjelang hari raya lebaran 
Tren harga minyak dunia yang kembali naik ? Risiko kenaikan harga BBM 
Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian pemulihan ekonomi global ? Risiko kenaikan harga2 barang impor : kendaraan bermotor, makanan jadi, sandang dan BBM.
Potensi terjadinya “Super El-Nino”di tahun 2015 yang dapat menganggu produksi pangan. Kondisi ini dapat menyebabkan terganggunya pasokan pangan terutama untuk bahan makanan disentra-sentra produksi (kekeringan)? Pengelolaan Stok Pangan
Tingginya permintaan bahan bangunan d.r. pembangunan infrastruktur nasional ? Risiko kenaikan harga bahan bangunan.
urat Mendagri No. 500/2419/SJ tanggal 12 Mei 2015 tentang Stabilisasi Pangan dan Inflasi Menjelang Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1436 H.

Ketersediaan informasi produksi, stok dan harga komoditas pokok yang kredibel, terkini dan mudah diakses
PIHPS merupakan pusat informasi yang mengintegrasikan data harga terkini baik di tingkat konsumen maupun di tingkat produsen yang dapat menjadi acuan bagi seluruh pelaku ekonomi, serta dipublikasikan secara rutin 


Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Harga kebutuhan Pokok dan Barang Penting
Barang kebutuhan pokok terdiri dari beras, kedelai bahan baku tahu dan tempe, cabai dan bawang merah. 
Hasil industri terdiri dari gula, minyak goreng dan tepung terigu. Hasil peternakan dan perikanan yakni daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, ikan segar (bandeng, kembung dan tongkol/tuna/cakalang). 
Barang penting meliputi benih (padi, jagung, kedelai), pupuk, gas elpiji 3 kilogram, triplek, semen, besi baja konstruksi dan baja ringan.

Larangan penyimpanan barang kebutuhan pokok dan barang penting di gudang ketika terjadi kelangkaan barang, gejolak harga atau ketika terjadi hambatan lalu lintas perdagangan barang

Dalam kondisi tertentu yang dapat mengganggu kegiatan perdagangan nasional, pemerintah pusat wajib menjamin pasokan dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok dan barang penting

Adanya kewenangan Pemerintah untuk membuat kebijakan harga dengan menetapkan harga khusus menjelang, saat dan setelah hari besar keagamaan atau saat terjadi gejolak harga, harga eceran tertinggi pada saat operasi pasar, dan penetapan harga subsid.

PIHPS sebagai alat pemantauan harga
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Harga kebutuhan Pokok dan Barang Penting
TPID baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota ditugaskan mengawasi dan memantau pelaksanaan Kebijakan Penetapan Harga Khusus
Penguatan Sistem Informasi Harga (PIHPS)



Kontak Kami

Telepon
  (0254) 200123
  (0254) 200520
Alamat
  Jl. Syech Nawawi Al-Bantani No.1
      Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
      Kec. Curug, Kota Serang
      Banten - Indonesia 42171